Langsung ke konten utama

PENGEMBANGAN INSTRUMEN BIMBINGAN DAN KONSELING SKALA PSIKOLOGIS PRIBADI SOSIAL

 

SKALA PSIKOLOGIS SIKAP SOSIAL

  1. Dasar Teori

Skala psikologis berikut ini menggunakan Skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala ini, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel mengenai Resiliensi.

Grotberg (Hendriani, 2018) mengemukakan bahwa resiliensi merupakan kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi, serta kapasitas manusia untuk menghadapi dan memecahkan masalah setelah mengalami kesengsaraan. Resiliensi bukan merupakan suatu keajaiban, tidak hanya ditemukan pada sebagian manusia saja dan bukan merupakan sesuatu yang berasal dari sumber yang tidak jelas.

Reivich & Shatte (2002) mengungkapkan bahwa terdapat tujuh aspek dalam resiliensi yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, kemampuan menganalisis masalah, empati, efikasi diri, dan pencapaian

Menurut Sarnoff  (dalam Sarwono, 2000: 69) mengidentifikasikan sikap sebagai kesediaan untuk bereaksi (disposition to react) secara positif  (favorably) atau secara negatif (unfavorably) terhadap obyek – obyek tertentu. D.Krech dan R.S Crutchfield (dalam Sarwono, 2010: 115) berpendapat bahwa sikap sebagai organisasi yang bersifat menetap dari proses motivasional, emosional, perseptual, dan kognitif mengenai aspek dunia individu.

Sedangkan Sri Utami (2003: 85) memberikan definisi sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan. Lebih lanjut Soetjipto dan Sjaefieoden (1994: 96) memberikan definisi sikap adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak terhadap obyek tertentu. Sikap senantiasa diarahkan kepada sesuatu artinya tidak ada sikap tanpa obyek. Sikap diarahkan kepada benda-benda, orang, peritiwa, pandangan, lembaga, norma dan lain-lain.

Meskipun ada beberapa perbedaan pengertian sikap, tetapi berdasarkan pendapat-pendapat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya. Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.

  1. Definisi Operasional dan Penentuan Kisi-kisi

Sikap sosial yang dianalisa dalam penelitian ini juga meliputi aspek-aspek empati (meliputi kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah dan mengambil perspektif orang lain), altruis (meliputi sikap mengutamakan kepentingan orang lain dalam konsep mencintai sesama manusia. Sikap ini kadang terwujud dalam keputusan rela mengorbankan sesuatu untuk kepentingan orang lain), toleransi (meliputi kemampuan untuk menerima teman dalam kondisi dan latar belakang apapun. Anak yang seperti ini tidak memilih-milih siapa pun yang akan menjadi temannya), kooperatif (meliputi kemampuan kerjasama dengan orang yang ada di sekirarnya termasuk bekerjasama dengan teman untuk mengerjakan tugas di sekolah), sikap terhadap keluarga (meliputi sikapnya di lingkungan rumah terhadap anggota keluarga yang lain), dan sikap terhadap lingkungan (lingkungan luar yang paling dekat dengan anak adalah lingkungan sekolah. Dalam penelitian ini juga dinilai sikap sosial anak terhadap lingkungan di luar sekolah seperti teman sekitar rumah atau teman di luar lainnya.

  1. Kisi-kisi Skala Psikologis Pribadi Sosial

INDIKATOR

JUMLAH SOAL

BUTIR SOAL

EMPATI

5

1,2,3,4,5

ALTRUISME

5

6,7,8,9,10

TOLERANSI

8

11,12,13,14,15,16,17,18

SIKAP TERHADAP KELUARGA

6

21,22,23,24,25,28

SIKAP TERHADAP LINGKUNGAN

6

19,20,26,27,29,30

 

 

IDENTITAS RESPONDEN

1.      Nama Responden        :

2.      Umur Responden        :

3.      Jenis Kelamin              :   Laki-laki /Perempuan                                     

 

B.     PETUNJUK

1.      Bacalah baik-baik setiap pernyataan berikut dan pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan keadaan anda dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.

2.      Dalam pengisian angket ini, anda tidak perlu ragu-ragu karena dalam angket tidak ada jawaban yang dianggap salah. Semua jawaban dapat diterima sepanjang jawaban tersebut diberikan secara jujur dan sungguh-sungguh.

3.      Kami berharap anda menjawab semua pernyataan yang ada, jangan sampai ada yang dilewatkan atau dikosongi.

 

 

1.      Saya merasa kasihan jika ada teman yang sedang kesusahan atau sedang sedih dan berusaha memberikan bantuan

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

2.      Saya tidak pernah acuh dengan teman yang sedang murung

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

3.      Saya senang memeluk ayah yang baru pulang bekerja

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

 

4.      Saya tahu kalau ayah atau ibu sedang bersedih

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

5.      Saya tidak bermain jika ibu sedang sakit.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

6.      Saya membolehkan jika ayah atau ibu meminjam uang tabungan saya.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

7.      Saya selalu senang dibelikan tas yang tidak mahal asalkan kakak atau adik juga bisa dibelikan.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

8.      Saya tidak pernah berebut acara TV dengan adik atau pun kakak atau pun dengan siapapun.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

9.      Saya tidak pernah marah jika mainan rusak karena dipinjam oleh teman.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

10.  Saya memberikan sebagian uang jajan kepada teman yang tidak punya uang jajan atau uang jajannya sangat sedikit.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

11.  Saya berteman dengan siapapun meskipun berbeda agama

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

12.  Saya mau dipasangkan kerja kelompok dengan teman manapun yang dipilih atau ditentukan oleh guru.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

13.  Saya tidak pernah menghina atau menghindari teman yang berbeda agama.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

14.  Saya tidak pilih pilih dalam berteman, dengan siapapun saya mau berteman.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

15.  Saya menghargai dan tidak pernah marah kepada teman yang memiliki pendapat berbeda.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

16.  Saya suka melakukan kerja kelompok.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

17.  Saya bisa bekerja sama dengan teman dalam menjalankan tugas sekolah.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

18.  Saya mematuhi peraturan yang ada di sekolah.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

19.  Saya manjawab dengan jujur dan apa adanya jika diberikan pertanyaan oleh guru baik menyangkut sekolah atau pun yang lainnya.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

20.  Saya menjalankan kewajiban saya sebagai anak sekolah yang ingin memiliki prestasi bagus.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

21.  Saya berkata sopan dan santun kepada kedua orang tua.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

22.  Saya selalu bersikap baik kepada kedua orang tua serta kakak dan adik.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

23.  Saya mematuhi apa yang diperintah dan apa yang dilarang oleh kedua orang tua.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

24.  Saya menjalankan dengan disiplin kapan jam bermain dan kapan jam pulang.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

25.  Saya suka dan patuh terhadap nasehat orang tua.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

26.  Saya sopan santun terhadap orang yang lebih tua.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

27.  Saya tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan atau membuat marah orang lain seperti menyalakan petasan atau merusak tanaman.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

28.  Saya berusaha menjadi anak yang menyenangkan.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

29.  Saya tidak malas jika dimintai tolong untuk melakukan sesuatu oleh tetangga.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

30.  Saya tidak selalu hati-hati dan tidak pernah menggunakan benda apa pun yang bukan miliki saya tanpa ijin.

a    Selalu

b    Sering

c    Kadang-kadang

d   Tidak Pernah

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK PRIBADI DAN SOSIAL

  PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK PRIBADI DAN SOSIAL   Memaafkan dan Meminta Maaf Salah satu kekurangan manusia adalah suka berbuat salah dan dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi kekurangannya itu, khususnya dosa kepada sesama manusia. Saat orang lain berbuat salah dan dosa yang terarah kepada kita, kita diajari untuk memaafkan. Saat kita berbuat salah dan dosa kepada orang lain, kita diajari untuk meminta maaf. Memaafkan menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh umat manusia. Bukan sekedar sebagai tanda ada rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan yang telah dibuat. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati. Tentu saja akan banyak orang yang kontra dengan pernyataan ini. Mereka seolah menyangkal memaafkan orang yang bersalah harus dilakukan sekalipun sulit. Tapi bagaimanapun memaafkan sebuah kesalahan tidak sama dengan melupakan masa lalu yang menyakitkan. Tentu saja hal ini tidak...

PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK KARIR

  PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK KARIR   Motivasi Karir 1.       Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata latin, yaitu ”movere” yang artinya dorongan atau daya penggerak. Menurut Fillmore H. Standford dalam buku Mangkunegara (2017:93) mengatakan bahwa “motivation as an energizing condition of the organism that services to direct that organism toward the goal of a certain class” (motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu). Menurut Sardiman (2018:73), motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan untuk membangkitkan gairah belajar siswa sehingga kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik. Adapun pengertian motivasi belajar menurut Sardiman (2018:75) adalah “Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, ...

PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK PENDIDIKAN

  PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK PENDIDIKAN   Motivasi Belajar 1.       Pengertian Motivasi Belajar Motivasi berasal dari kata latin, yaitu ”movere” yang artinya dorongan atau daya penggerak. Menurut Fillmore H. Standford dalam buku Mangkunegara (2017:93) mengatakan bahwa “motivation as an energizing condition of the organism that services to direct that organism toward the goal of a certain class” (motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu). Menurut Sardiman (2018:73), motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan untuk membangkitkan gairah belajar siswa sehingga kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik. Adapun pengertian motivasi belajar menurut Sardiman (2018:75) adalah “Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbul...