PENGEMBANGAN MEDIA ELEKTRONIK KARIR
Cara Berpikir Positif
Berpikir
positif dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa teknik yang telah terbukti
efektif dalam membantu seseorang mengubah persepsinya. Beberapa cara berpikir
positif yang bisa diterapkan, di antaranya:
Lihat sisi baiknya
Masalah
apa pun bisa datang kapan saja dalam kehidupan. Ketika dihadapkan pada satu
persoalan, fokuskan pikiran pada hal-hal baik yang ada di balik persoalan
tersebut, meski hanya berupa hal kecil. Misalnya, ketika teman membatalkan
acara secara tiba-tiba, kita sebaiknya melihat sisi baiknya, yaitu jadi memiliki
waktu luang untuk bersantai atau beristirahat. Hindari rasa kesal atau kecewa
karena akan membuat pikiran dipenuhi hal negatif.
Biasakan bersyukur
Sebagian
orang seringkali membandingkan dirinya dengan orang lain yang hidupnya terlihat
lebih bahagia. Hal bisa membuatnya iri, dengki, rendah diri, dan pikirannya
menjadi kalut. Oleh sebab itu, biasakan untuk bersyukur agar pikiran tetap
positif dan hidup terasa lebih berarti. Kita dapat mensyukuri apa pun yang kita
miliki, baik keluarga, teman, pekerjaan, ataupun hal-hal lain yang membuat
bahagia. Seiring waktu, hal tersebut dapat menyebabkan kita membentuk opini
negatif tentang diri sendiri yang akan sulit dihilangkan. Oleh sebab itu, untuk
menghentikan hal tersebut.
berbicara hal positif
pada diri sendiri
Penelitian menunjukkan bahwa perubahan kecil
dalam cara berbicara pada diri sendiri dapat memengaruhi kemampuan kita untuk
mengatur perasaan, pikiran, dan perilaku ketika berada di bawah tekanan.
Hindari menyalahkan diri sendiri, seperti “Saya mengacaukan semuanya.” Akan
tetapi, gantilah dengan kata “Saya akan mencoba memperbaikinya.”
Lebih banyak
tersenyum
Tersenyum
dapat membuat lebih tenang dan berpikiran positif. Dalam sebuah penelitian,
orang-orang yang tersenyum ketika melakukan tugas yang penuh tekanan merasa
lebih positif setelahnya, daripada yang tak menunjukkan ekspresi apa pun. Jadi,
meski sedang mendapat persoalan, tegarkan diri dan cobalah untuk tersenyum.
Tertawa
Penelitian
menunjukkan bahwa tertawa dapat menurunkan stres, kecemasan, dan depresi. Hal
ini juga dapat meningkatkan suasana hati dan membuat beban yang kita miliki
terasa berkurang. Perbanyaklah tertawa dengan menonton video lucu, film komedi,
ataupun membuat lelucon dengan anak-anak.
Mengembangkan
optimisme
Belajar
berpikir positif ibarat menguatkan otot. Sebab, semakin sering menggunakannya,
maka semakin kuat pikiran tersebut. Salah satu cara berpikir positif yang harus
kita lakukan, yaitu mengembangkan optimisme. Ketika memiliki rasa optimis, kita
tidak akan takut gagal dan melihat suatu hal dengan positif. Namun, kita juga
tidak boleh terlalu optimis secara berlebihan karena malah akan berujung
menjadi orang yang terlalu percaya diri.
Berbuat baik
Berbuat
baik dapat membuka pikiran tentang orang lain. Terkadang, kita mungkin hanya
melihat orang dari penampilannya saja dan langsung memiliki pemikiran negatif
tentangnya. Padahal kita tidak tahu apa yang ada dalam hatinya. Oleh sebab itu,
berbuat baik akan mengubah pikiran menjadi lebih positif. Selain itu, kita juga
dapat lebih menghormati dan menghargai orang lain.
Istirahat
Setiap
orang tentu perlu beristirahat untuk menenangkan dirinya. Beristirahat dapat
menyegarkan pikiran sehingga dapat berpikir secara jernih dan positif. Tak
hanya itu, beristirahat juga dapat menyingkirkan rasa cemas dan khawatir yang
kita rasakan.
Hilangkan drama
Ketika
merasa terpuruk, kita mungkin merasa hidup kita adalah hal yang paling
menyedihkan di dunia. Padahal mungkin kenyataannya tak seburuk itu.
Mendramatisir kehidupan justru akan membuat hidup semakin terasa menyedihkan
dan pikiran menjadi penuh kekacauan. Oleh sebab itu, jika ingin berpikir
positif, jauhkan diri dari pemikiran-pemikiran drama seperti itu.
Berada di sekitar
orang-orang positif
Tahukah
kamu jika negativitas dan positivitas bisa menular? Ketika bergaul dengan toxic
people, kita bisa ikut terpengaruh dan mengikuti kebiasaannya. Begitu juga
sebaliknya, ketika bergaul dengan orang-orang positif, maka hal positif akan
menular. Berada di sekitar orang-orang positif telah terbukti dapat
meningkatkan harga diri dan peluang untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu,
bergaulah dengan orang-orang yang dapat membawa kita pada sisi yang baik.
Membayangkan masa
depan yang baik
Penelitian
menunjukkan bahwa membayangkan masa depan yang baik, entah mengenai karir,
hubungan, ataupun hal lain, dapat membuat lebih bahagia di masa sekarang. Hal
ini tentu bisa membantu kita berpikir positif dan tak mencemaskan apa yang akan
terjadi di masa depan. Namun, jangan sampai terlena untuk melamun saja karena
kita juga harus menunjukkan tindakan untuk mewujudkan masa depan yang baik
tersebut. Membiasakan diri melakukan berbagai cara berpikir positif tersebut
bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mulailah untuk berpikir
positif agar hidup menjadi lebih indah.
1.
Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari kata latin, yaitu
”movere” yang artinya dorongan atau daya penggerak. Menurut Fillmore H.
Standford dalam buku Mangkunegara (2017:93) mengatakan bahwa “motivation as an
energizing condition of the organism that services to direct that organism
toward the goal of a certain class” (motivasi sebagai suatu kondisi yang
menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu). Menurut Sardiman
(2018:73), motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam
subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.
Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat
diperlukan untuk membangkitkan gairah belajar siswa sehingga kegiatan belajar
dapat berjalan dengan baik. Adapun pengertian motivasi belajar menurut Sardiman
(2018:75) adalah “Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan
kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan
memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh
subjek belajar itu dapat tercapai”. Uno (2017:23), mengatakan bahwa motivasi
belajar merupakan dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang
belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada
umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung.
Dari
beberapa pengertian motivasi belajar menurut para ahli di atas, dapat
disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan dorongan yang timbul baik dari
dalam maupun dari luar diri siswa, yang mampu menimbulkan semangat dan
kegairahan belajar serta memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan
yang dikehendaki dapat tercapai.
2. Fungsi Motivasi
Motivasi
mempunyai fungsi yang sangat penting dalam suatu kegiatan, yang nantinya akan
mempengaruhi kekuatan dari kegiatan tersebut. Dimana motivasi merupakan
pendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Menurut Sardiman (2018:25),
fungsi motivasi ada 3 yaitu:
a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi
sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini
merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke
arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah
dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan.
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan
perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan,
dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan
tersebut.
Selanjutnya, Sukmadinata
(2011:62), mengatakan bahwa motivasi memiliki 2 fungsi, yaitu:
a. Mengarahkan
(directional function) Dalam mengarahkan kegiatan, motivasi berperan
mendekatkan atau menjauhkan individu dari sasaran yang akan dicapai. Apabila
sasaran atau tujuan merupakan sesuatu yang diinginkan oleh individu, maka motivasi
berperan mendekatkan. Sedangkan bila sasaran tidak diinginkan oleh individu,
maka motivasi berperan menjauhi sasaran
b. Mengaktifkan dan
meningkatkan kegiatan (activating and energizing function) Suatu perbuatan atau
kegiatan yang tidak bermotif atau motifnya sangat lemah, akan dilakukan dengan
tidak sungguh-sungguh, tidak terarah dan kemungkinan besar tidak akan membawa hasil.
Sebaliknya apabila motivasinya besar atau kuat, maka akan dilakukan dengan
sungguhsungguh, terarah dan penuh semangat, sehingga kemungkinan akan berhasil
lebih besar. Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi
berfungsi sebagai pendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan dan mencapai
prestasi. Dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi,
maka seseorang yang melakukan kegiatan itu akan dapat melahirkan prestasi yang
baik dan sasaran akan tercapai.
3. Karier
Pendapat Ekaningrum (2002 : 256).
Karir tidak lagi diartikan sebagai adanya penghargaan institusional dengan
meningkatkan kedudukan dalam hirarki formal yang sudah ditetapkan dalam
organisasi. Dalam paradigma tradisional, pengembangan karir sering dianggap
sinonim dengan persiapan untuk mobilitas ke jenjang lebih tinggi, sehingga
karir akan mendukung efektifitas individu dan organisasi dalam mencapai
tujuannya. Menurut
Dalil S (2002 : 277) “ karir merupakan suatu proses yang sengaja diciptakan
perusahaan untuk membantu karyawan agar membantu partisipasi ditempat kerja.
Sementara itu Glueck (1997 :134) menyatakan karir individual adalah urutan
pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan yang dialami seseorang selama masa
kerjanya. Sehingga karir individu melibatkan rangkaian pilihan dari berbagai
kesempatan, tapi dari sudut pandang organisasi karir merupakan proses
regenerasi tugas yang baru. Sedangkan
pendapat Ekaningrum (2002:258) karir digunakan untuk menjelaskan orang-orang
pada masing-masing peran atau status. Karir adalah semua jabatan (pekerjaan)
yang mempunyai tanggung jawab individu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karir
adalah suatu rangkaian atau pekerjaan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu
tertentu yang berkaitan dengan sikap, nilai, perilaku dan motivasi dalam
individu.
Upaya
guru mengajar siswa. Adalah upaya guru dalam mempersiapkan diri untuk pembelajaran
siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikan materi, menarik perhatian
siswa dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Bila upaya guru hanya sekedar mengajar,
artinya keberhasilan guru yang menjadi titik tolak, besar kemungkinan siswa
tidak tertarik untuk belajar sehingga motivasi siswa menjadi lemah atau kurang.
Agar siswa tertarik dalam pembelajaran guru bisa memberikan media berupa video motivasi
seperti Gambar 1. Untuk meningkatkan motivasi siswa berpikir positif dalam karir. Link media sebagai berikut: https://www.youtube.com/watch?v=vluAiU-5b6U
Komentar
Posting Komentar