PENGEMBANGAN
INSTRUMEN EVALUASI KONSELING
MEDIA NON ELEKTRONIK KARIR
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Pengembangan Instrumen dan Media Bimbingan Konseling
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Edi Purwanta, M.Pd dan Dr. Ali Muhtadi,
M.Pd

Oleh:
Beny Arifin Efendi
20713251031
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2021
PENGEMBANGAN MEDIA NON
ELEKTRONIK KARIR
Motivasi Karir
1.
Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari kata latin, yaitu
”movere” yang artinya dorongan atau daya penggerak. Menurut Fillmore H.
Standford dalam buku Mangkunegara (2017:93) mengatakan bahwa “motivation as an
energizing condition of the organism that services to direct that organism
toward the goal of a certain class” (motivasi sebagai suatu kondisi yang
menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu). Menurut Sardiman
(2018:73), motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam
subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.
Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat
diperlukan untuk membangkitkan gairah belajar siswa sehingga kegiatan belajar
dapat berjalan dengan baik. Adapun pengertian motivasi belajar menurut Sardiman
(2018:75) adalah “Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan
kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan
memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh
subjek belajar itu dapat tercapai”. Uno (2017:23), mengatakan bahwa motivasi
belajar merupakan dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang
belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada
umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung.
Dari
beberapa pengertian motivasi belajar menurut para ahli di atas, dapat
disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan dorongan yang timbul baik dari
dalam maupun dari luar diri siswa, yang mampu menimbulkan semangat dan
kegairahan belajar serta memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan
yang dikehendaki dapat tercapai.
2. Fungsi Motivasi
Motivasi
mempunyai fungsi yang sangat penting dalam suatu kegiatan, yang nantinya akan
mempengaruhi kekuatan dari kegiatan tersebut. Dimana motivasi merupakan
pendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Menurut Sardiman (2018:25),
fungsi motivasi ada 3 yaitu:
a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi
sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini
merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke
arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah
dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan.
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan
perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan,
dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan
tersebut.
Selanjutnya, Sukmadinata
(2011:62), mengatakan bahwa motivasi memiliki 2 fungsi, yaitu:
a. Mengarahkan
(directional function) Dalam mengarahkan kegiatan, motivasi berperan
mendekatkan atau menjauhkan individu dari sasaran yang akan dicapai. Apabila
sasaran atau tujuan merupakan sesuatu yang diinginkan oleh individu, maka motivasi
berperan mendekatkan. Sedangkan bila sasaran tidak diinginkan oleh individu,
maka motivasi berperan menjauhi sasaran
b. Mengaktifkan dan
meningkatkan kegiatan (activating and energizing function) Suatu perbuatan atau
kegiatan yang tidak bermotif atau motifnya sangat lemah, akan dilakukan dengan
tidak sungguh-sungguh, tidak terarah dan kemungkinan besar tidak akan membawa hasil.
Sebaliknya apabila motivasinya besar atau kuat, maka akan dilakukan dengan
sungguhsungguh, terarah dan penuh semangat, sehingga kemungkinan akan berhasil
lebih besar. Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi
berfungsi sebagai pendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan dan mencapai
prestasi. Dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi,
maka seseorang yang melakukan kegiatan itu akan dapat melahirkan prestasi yang
baik dan sasaran akan tercapai.
3. Karier
Pendapat Ekaningrum (2002 : 256).
Karir tidak lagi diartikan sebagai adanya penghargaan institusional dengan
meningkatkan kedudukan dalam hirarki formal yang sudah ditetapkan dalam
organisasi. Dalam paradigma tradisional, pengembangan karir sering dianggap
sinonim dengan persiapan untuk mobilitas ke jenjang lebih tinggi, sehingga
karir akan mendukung efektifitas individu dan organisasi dalam mencapai
tujuannya. Menurut
Dalil S (2002 : 277) “ karir merupakan suatu proses yang sengaja diciptakan
perusahaan untuk membantu karyawan agar membantu partisipasi ditempat kerja.
Sementara itu Glueck (1997 :134) menyatakan karir individual adalah urutan
pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan yang dialami seseorang selama masa
kerjanya. Sehingga karir individu melibatkan rangkaian pilihan dari berbagai
kesempatan, tapi dari sudut pandang organisasi karir merupakan proses
regenerasi tugas yang baru. Sedangkan
pendapat Ekaningrum (2002:258) karir digunakan untuk menjelaskan orang-orang
pada masing-masing peran atau status. Karir adalah semua jabatan (pekerjaan)
yang mempunyai tanggung jawab individu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karir
adalah suatu rangkaian atau pekerjaan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu
tertentu yang berkaitan dengan sikap, nilai, perilaku dan motivasi dalam
individu.
Upaya
guru mengajar siswa. Adalah upaya guru dalam mempersiapkan diri untuk pembelajaran
siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikan materi, menarik perhatian
siswa dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Bila upaya guru hanya sekedar mengajar,
artinya keberhasilan guru yang menjadi titik tolak, besar kemungkinan siswa
tidak tertarik untuk belajar sehingga motivasi siswa menjadi lemah atau kurang.
Agar siswa tertarik dalam pembelajaran guru bisa memberikan media berupa poster
motivasi seperti Gambar 1. Untuk meningkatkan motivasi siswa dalam karir.
Gambar 1.

Komentar
Posting Komentar