Langsung ke konten utama

PENGEMBANGAN MEDIA ELEKTRONIK PENDIDIKAN

 

 

PENGEMBANGAN MEDIA ELEKTRONIK PENDIDIKAN

 

Pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Sikap pendidik yang mendidik memiliki pengaruh terhadap perkembangan jiwa peserta didik, sehingga guru harus mempunyai sikap yang sesuai dengan tuntutan tugas profesional secara tanggung jawab. Dapat diartikan bahwa berhasil tidaknya suatu pencapaian pembelajaran bergantung pada pendidik. Belajar adalah berprosesnya kegiatan yang fundamental dalam penyelnggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Dalam kegiatan pembelajaran biasanya terdapat siswa yang malas untuk belajar. Untuk mengetahui alasan siswa untuk belajar, pendidik harus mencari tau penyebabnya secara jelas yang menyebabkan peserta didik malas belajar. Banyak faktor yang menjadi penyebab malasnya siswa belajar karena adanya pengaruh lingkungan sekitar, baik dari keluarga, teman, sekolah, dan masyarakat yang membawa pengaruh besar ke peserta didik.

 

Lingkungan keluarga membawa pengaruh besar kepada anak dalam membentuk kepribadian anak karena keluarga yang mengasuh, menjaga, dan mendidik anak. Orang tua adalah orang yang bertanggung jawab terhadap anak yang diasuhnya. Dan, orang tua harus bisa memfasilitasi yang dibutuhkan anak seperti pengertian, kasing sayang, motivasi (dorongan) perhatian, dan memenuhi kebutuhannya. Dalam memberikan pendidikan kepada anak, orang tua dan guru dapat bekerja sama untuk menghadapi siswa yang malas belajar. Pendidik sangat diperlukan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik, membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan, membimbing segala aktivitas yang di sekolah. Kepribadian peserta didik juga dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat karena akan memberikan perkembangan secara individual dapat bergaul di lingkungan yang baik maka akan berdampak baik pada peserta didik, sebaliknya jika bergaul dilingkungan yang buruk maka akan berdampak buruk. Warif (2019: 5)

 

Permasalahan yang dihadapi oleh siswa yaitu kurangnya motivasi dari diri siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, beberapa masalah yang terjadi dalam proses belajar mengajar, kurangnya interaksi antara guru dan siswa, penguasaan guru tentang metode pengajaran masih belum maksimal, siswa cenderung pasif dan kurangnya motivasi siswa, metode yang digunakan dalam mengajar belum bervariasi/ monoton, siswa cenderung hanya menghafal bukan memahami materi pelajaran. Sumiyati (2017: 67)

 

 Strategi yang dilakukan untuk mengatasi malas belajar yaitu:

1.      Menciptakan kesiapan belajar

Dalam kondisi apapun kesiapan belajar sangat penting. Misalnya, memeriksa peralatan-peralatan belajar sebelum proses pembelajaran dimulai.

2.      Memberikan motivasi

Guru dapat memberikan motivasi yang membangun siswa untuk meraih cita-cita yang diinginkan.

3.      Mengurangi marah yang berlebihan

Dalam mengatasi siswa yang bermasalah, guru tidak perlu marah berlebihan keran dengan itu akan memperkeruh suasana yang ada dan akan membuat siswa bertambah malas untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas bahkan dapat membuat siswa takut untuk datang ke sekolah.

4.      Menciptakan keharmonisan

Keharmonisan dapat tercipta jika pendidik mampu membuat canda tawa dengan peserta didik agar dapat menghilangkan rasa lelah dan jenuh saat pembelajaran terutama pada jam terakhir.

5.      Memberikan bimbingan seperlunya

Apabila peserta didik mendapatkan kendala, peserta didik boleh bertanya dan pendidik akan menjelaskan kembali sampai paham.

6.      Membangkitkan efek rasa malu

Untuk siswa yang tidak atau belum mengerjakan tugasnya, pendidik akan memanggilnya. Dengan itu, peserta didik akan merasa dan tidak mau mengulanginya.

7.      Memberikan hadiah

Untuk menghadapi masalah siswa yang malas belajar dapat melakukan cara ini dengan memberikan hadiah yang menarik apabila peserta didik dapat menyelesaikan tugasnya dengan memperoleh nilai seratus. Sumiyati (2017: 71) Untuk detail lengkapnya dapat dilihat pada gambar 1. Link medianya sebagai berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=tyIZr24klGo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK PRIBADI DAN SOSIAL

  PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK PRIBADI DAN SOSIAL   Memaafkan dan Meminta Maaf Salah satu kekurangan manusia adalah suka berbuat salah dan dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi kekurangannya itu, khususnya dosa kepada sesama manusia. Saat orang lain berbuat salah dan dosa yang terarah kepada kita, kita diajari untuk memaafkan. Saat kita berbuat salah dan dosa kepada orang lain, kita diajari untuk meminta maaf. Memaafkan menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh umat manusia. Bukan sekedar sebagai tanda ada rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan yang telah dibuat. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati. Tentu saja akan banyak orang yang kontra dengan pernyataan ini. Mereka seolah menyangkal memaafkan orang yang bersalah harus dilakukan sekalipun sulit. Tapi bagaimanapun memaafkan sebuah kesalahan tidak sama dengan melupakan masa lalu yang menyakitkan. Tentu saja hal ini tidak...

PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK KARIR

  PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK KARIR   Motivasi Karir 1.       Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata latin, yaitu ”movere” yang artinya dorongan atau daya penggerak. Menurut Fillmore H. Standford dalam buku Mangkunegara (2017:93) mengatakan bahwa “motivation as an energizing condition of the organism that services to direct that organism toward the goal of a certain class” (motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu). Menurut Sardiman (2018:73), motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan untuk membangkitkan gairah belajar siswa sehingga kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik. Adapun pengertian motivasi belajar menurut Sardiman (2018:75) adalah “Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, ...

PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK PENDIDIKAN

  PENGEMBANGAN MEDIA NON ELEKTRONIK PENDIDIKAN   Motivasi Belajar 1.       Pengertian Motivasi Belajar Motivasi berasal dari kata latin, yaitu ”movere” yang artinya dorongan atau daya penggerak. Menurut Fillmore H. Standford dalam buku Mangkunegara (2017:93) mengatakan bahwa “motivation as an energizing condition of the organism that services to direct that organism toward the goal of a certain class” (motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu). Menurut Sardiman (2018:73), motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan untuk membangkitkan gairah belajar siswa sehingga kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik. Adapun pengertian motivasi belajar menurut Sardiman (2018:75) adalah “Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbul...