PENGEMBANGAN
INSTRUMEN EVALUASI KONSELING
MEDIA NON ELEKTRONIK PRIBADI DAN SOSIAL
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Pengembangan Instrumen dan Media Bimbingan Konseling
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Edi Purwanta, M.Pd dan Dr. Ali Muhtadi,
M.Pd

Oleh:
Beny Arifin Efendi
20713251031
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2021
PENGEMBANGAN MEDIA NON
ELEKTRONIK PRIBADI DAN SOSIAL
Memaafkan dan Meminta Maaf
Salah satu kekurangan manusia adalah
suka berbuat salah dan dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi
kekurangannya itu, khususnya dosa kepada sesama manusia. Saat orang lain
berbuat salah dan dosa yang terarah kepada kita, kita diajari untuk memaafkan.
Saat kita berbuat salah dan dosa kepada orang lain, kita diajari untuk meminta
maaf. Memaafkan menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh umat manusia. Bukan
sekedar sebagai tanda ada rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan
yang telah dibuat. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai
manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati.
Tentu saja akan banyak orang yang kontra
dengan pernyataan ini. Mereka seolah menyangkal memaafkan orang yang bersalah
harus dilakukan sekalipun sulit. Tapi bagaimanapun memaafkan sebuah kesalahan
tidak sama dengan melupakan masa lalu yang menyakitkan. Tentu saja hal ini
tidak bisa disamakan. Sekalipun emosi menghampiri, membenci orang lain tidak
akan membuatmu bisa melangkah tanpa beban lho. Ada beberapa alasan mengapa
sekalipun sulit, kamu harus mau memaksa diri sendiri untuk memaafkan orang
lain, bahkan terlebih dirimu sendiri.
Sabar dan Memaafkan
Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan,
serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar
merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang
mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya. Semakin
tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam
menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering
dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau
seseorang.
Dalam kehidupan sehari-hari ada saja perbuatan
orang lain yang tidak berkenan bahkan menyakitkan hati kita. Bila kita menyimpannya
dalam hati, rasa sakit itu ternyata menimbulkan berbagai dampak fisik dan
psikologis. Sakit hati dapat membahayakan bagi kesehatan manusia, sakit hati
juga menjadikan hati manusia dipenuhi marah, dendam dan benci kepada orang lain
yang dipersepsi merugikannya. Ini menjadi sumber stres dan depresi manusia.
Hati yang dipenuhi energi negatif, akan mengarahkan individu untuk berkata-kata
yang destruktif, pengungkapan kemarahan di depan publik, maupun hujatan.
Memaafkan adalah proses untuk menghentikan perasaan dendam, jengkel, atau marah
karena merasa disakiti atau didzalimi. Pemaafan (forgiveness) sendiri
adalah kesediaan seseorang untuk meninggalkan kemarahan, penilaian negatif, dan
perilaku acuh-tidak-acuh terhadap orang lain yang telah menyakitinya secara
tidak adil.
Memaafkan memang tidak mudah, butuh proses dan
perjuangan untuk melakukannya. Adanya kebaikan bagi diri kita dan bagi orang
lain akan menjadikan memaafkan menjadi sesuatu yang mungkin dilakukan. Para
ahli psikologi mempercayai bahwa memaafkan memiliki efek yang sangat positif
bagi kesehatan. Pemaafan (forgiveness) merupakan salah satu
karakter positif yang membantu individu mencapai tingkatan optimal dalam hal
kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual. Pada beberapa tahun belakangan, pemaafan
semakin populer sebagai psikoterapi atau sebagai suatu cara untuk menerima dan
membebaskan emosi negatif seperti marah, depresi, rasa bersalah akibat
ketidakadilan, memfasilitasi penyembuhan, perbaikan diri, dan perbaikan
hubungan interpersonal dengan berbagai situasi permasalahan. Termasuk
pengertian memohonkan ampun bagi mereka adalah mendoakan kebaikan bagi mereka,
mengusahakan kebaikan bagi mereka, dan sebagainya.
Memaafkan orang yang bersalah kepadamu bukan
hanya membuat mereka terlepas dari rasa bersalah, tapi membuatmu semakin
bersyukur karena kamu masih diberi kelapangan hati untuk memaafkan orang lain.
Jadi, sudah siap untuk memaafkan orang yang selama ini menyakitimu? jangan lupa
ya untuk memaafkan dirimu sendiri lebih dulu. Lepaskanlah dirimu dari semua
rasa bersalah akan masa lalumu.Apa pun dan bagaimana pun lukamu berkembang dan
menyiksamu saat ini, cobalah untuk memaafkan dan berjuanglah menerima
bagaimanapun keadaanmu.
Meminta Maaf
Kata yang semestinya terucap setelah melakukan
kesalahan adalah "Maaf". Wajarnya pada saat menyadari bahwa
diri telah melakukan kesalahan maka meskipun sukar diucapkan, tetap saja perlu
untuk meminta maaf pada seseorang yang telah "tanpa sengaja"
disakiti tersebut. Namun, walau hanya satu kata kenapa sukar diucapkan? Karena
pada umumnya kita lebih mendahulukan gengsi, dan karena kesombongan yang berada
di dalam diri kita sendiri. Contohnya karena merasa diri telah memiliki jabatan
yang jauh lebih tinggi, atau karena merasa lebih kaya, atau lebih pintar, maupun
lebih tua.
Bukankah sebaiknya kita melupakan itu semua?
Melalui satu kata "maaf" ini, cukup mampu menghilangkan
permusuhan maupun rasa dendam, dan kita bisa menjalin kembali hubungan yangg
telah retak, kita bisa mendapatkan seorang teman lagi, kita bisa meraih damai
dan ketenangan hidup kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak
perkataan kita sampaikan ke orang lain dan begitu banyak perbuatan yang kita
tunjukkan ke orang lain. Di antara puluhan hingga ratusan kata dan perbuatan
itu, sangat mungkin sebagian di antaranya menyebabkan orang lain marah. Apa
yang kita lakukan bila kita bersalah ke orang lain? Salah satu pengetahuan yang
sudah lama kita simpan berkaitan dengan masalah ini adalah dosa orang tidak
dimaafkan kecuali korban atau orang yang dirugikan memberi maaf. Memang ada
kemungkinan orang yang menjadi korban dari perbuatan dzalim kita akan memberi
maaf. Namun, ada kemungkinan juga dia tidak memberikan maaf. Dia simpan
kebencian dan kemarahan dalam hatinya. Kalau itu yang terjadi, dosa tetap
tersandang dalam diri kita. Karenanya, pilihan yang lebih proaktif, yaitu
meminta maaf, menjadi pilihan yang lebih menjamin kepastian dihapuskannya
dosa-dosa. Meminta maaf jelas merupakan salah satu bentuk kerendahan hati
pribadi dan tentu juga merupakan salah satu bentuk keberanian manusia.
Bangsa-bangsa di dunia ini menyikapi kesalahan kepada orang lain yang
dilakukannya dengan cara yang berbeda-beda. Orang-orang Eropa dan Amerika
banyak yang tampil gentle. Gentleman adalah
laki-laki yang memiliki budi pekerti atau perilaku dengan standar tinggi. Salah
satu ciri penting yang mereka miliki adalah kesediaan untuk meminta maaf.
Mereka segera meminta maaf begitu kesalahan itu mereka lakukan.
Kita percaya bahwa sekalipun suatu perbuatan
salah atau memalukan kita lakukan, tetap ada jalan bagi seseorang untuk
memperbaiki diri. Jalan untuk menghapus perbuatan yang memalukan atau perbuatan
salah adalah menghapus kesalahan dengan jalan sosial (meminta maaf kepada orang
lain) dan spiritual (bertaubat kepada Tuhan) dan melakukan perbuatan yang baik
dengan jalan sosial (berbuat positif kepada sesama) dan spiritual (berbuat baik
kepada Tuhan). Satu hal positif yang semestinya dilakukan untuk menghapus
perbuatan salah adalah meminta maaf. Kalau perbuatan salah itu terarah kepada
seseorang, pemintaan maaf mestinya diarahkan kepada seseorang atau keluarga
yang menjadi korban. Bila kesalahan itu tertuju kepada banyak orang, maka
permintaan maaf itu semestinya dilakukan secara terbuka, melalui pers. Selain
itu, permintaan maaf sesungguhnya punya manfaat agar orang-orang yang menjadi
objek dari perbuatan salah tidak melakukan tindakan yang destruktif dan
agresif. Sebagaimana kita ketahui, seringkali orang yang menjadi objek
kedzaliman melakukan pembalasan dengan cara yang lebih keras. Temuan dalam
psikologi sosial menunjukkan bahwa agresivitas lebih sering didasari oleh
alasan membalas perkataan atau perbuatan agresif orang lain. Yang jadi
permasalahan adalah balasan itu umumnya lebih keras dibanding rasa sakit yang
diterima seseorang.
Permintaan maaf ini berguna untuk meredam
amarah yang ada dalam diri orang yang didzalimi. Penyesalan atas kata-kata atau
perbuatan di masa lalu serta janji untuk tidak mengulangi perbuatan salah
berfungsi untuk meredam amarah yang bergejolak dalam diri seseorang yang
disakiti. Ketika nama seseorang disebut-sebut bersalah oleh masyarakat, banyak
di antara mereka yang sibuk menyewa pengacara untuk memperkuat alibi tidak
bersalah. Mereka juga sibuk berbicara di media massa bahwa mereka tidak terlibat.
Saya rasa akan lebih gentle bila mereka mengatakan minta
maaf dan siap untuk diproses secara hukum.
Upaya
guru mengajar siswa. Adalah upaya guru dalam mempersiapkan diri untuk mengajar
siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikan materi, menarik perhatian
siswa dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Bila upaya guru hanya sekedar mengajar,
artinya keberhasilan guru yang menjadi titik tolak, besar kemungkinan siswa
tidak tertarik untuk belajar sehingga pemahaman siswa menjadi lemah atau
kurang. Agar siswa tertarik dalam pembelajaran guru bisa memberikan media
berupa poster kata kata Mutiara seperti Gambar 1. Untuk meningkatkan motivasi
siswa dalam pribadi dan sosial.
Gambar 1.

Komentar
Posting Komentar